Loncat ke konten utama
Logo Remaja Masjid Istiqomah

Mengenal Tata Cara Wudu

Urutan wudu dari niat sampai membasuh kaki, lengkap dengan bacaan niat dan doa sesudahnya.

Urutan wudu

Kerjakan dari atas ke bawah. Anggota tubuh yang kanan didahulukan.

  1. Niat dan membaca basmalah

    Niatkan di dalam hati bahwa kamu berwudu untuk menghilangkan hadas kecil, lalu ucapkan bismillah.

    Niat fardu, basmalah sunnah
  2. Membasuh kedua telapak tangan

    Basuh kedua telapak tangan sampai pergelangan. Ratakan air ke sela-sela jari.

    Sunnah3 kali
  3. Berkumur-kumur

    Ambil air dengan tangan kanan, masukkan ke mulut, kumur-kumur, lalu buang.

    Sunnah3 kali
  4. Membersihkan hidung

    Hirup sedikit air ke dalam hidung dengan tangan kanan, lalu keluarkan dengan tangan kiri.

    Sunnah3 kali
  5. Membasuh wajah

    Basuh seluruh wajah, dari tempat tumbuh rambut di dahi sampai bawah dagu, dan dari telinga kanan sampai telinga kiri.

    Fardu3 kali
  6. Membasuh tangan sampai siku

    Basuh tangan kanan dulu, dari ujung jari sampai melewati siku. Setelah itu tangan kiri.

    Fardu3 kali
  7. Mengusap kepala dan telinga

    Usap kepala dengan tangan yang basah, lalu usap kedua telinga bagian luar dan dalam.

    Kepala fardu, telinga sunnah
  8. Membasuh kaki sampai mata kaki

    Basuh kaki kanan dulu sampai melewati mata kaki dan ratakan ke sela-sela jari. Setelah itu kaki kiri.

    Fardu3 kali

Ada bagian fardu, wajib dikerjakanSunnah, dianjurkan

Lafaz niat

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَصْغَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitul wudhuu-a liraf'il hadatsil ashghari fardhal lillaahi ta'aalaa.

Artinya: Aku berniat wudu untuk menghilangkan hadas kecil, fardu karena Allah Ta'ala.

Yang wajib adalah niat di dalam hati. Lafaz ini boleh diucapkan untuk membantu menghadirkan niat.

Fardu wudu

  1. Niat
  2. Membasuh wajah
  3. Membasuh kedua tangan sampai siku
  4. Mengusap sebagian kepala
  5. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki
  6. Tertib, dikerjakan berurutan

Dasar: QS. Al-Ma'idah ayat 6.

Yang membatalkan wudu

  • Keluar sesuatu dari kemaluan atau dubur, seperti buang air kecil, buang air besar, atau buang angin
  • Tidur nyenyak yang tidak dalam posisi duduk tetap
  • Hilang akal, misalnya pingsan atau mabuk
  • Bersentuhan kulit dengan lawan jenis yang bukan mahram
  • Menyentuh kemaluan dengan telapak tangan

Mengikuti mazhab Syafi'i yang umum dipakai di Indonesia.

Doa sesudah wudu

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhuu wa rasuuluh. Allaahummaj'alnii minat tawwaabiina waj'alnii minal mutathahhiriin.

Artinya: Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan orang-orang yang menyucikan diri.

HR. Muslim dan At-Tirmidzi

Sudah hafal urutannya? Coba susun langkah wudu dengan benar.

Latihan di Urutan Wudu →